Assalamualaikum Wr.Wb

TEKNIK ARSITEKTUR (S1) UNIVERSITAS SAINS AL QUR'AN JAWA TENGAH DI WONOSOBO.

Wednesday, November 7, 2012

Standar Pondasi Batu Kali


Pondasi bangunan adalah bagian dari bangunan yang berfungsi menerima beban bangunan untuk di teruskan ke tanah dasar, jenis pondasi ada beberapa macam tergantung dari kondisi tanah dan jenis bangunan yang ada.

Disini akan dibahas mengenai jenis pondasi berupa Pondasi pasangan batu kali, pondasi ini biasa digunakan untuk bangunan 1 lantai dengan konstruksi standart ( jenis beban : dinding s/d atap genteng dengan kondisi tanah bagus ).

Komposisi pasangan :
  • Urugan pasir , setebal 10 cm pada bagian bawah
  • Pasangan aanstamping / batu kosong setebal 20 cm diatas urugan pasir
  • Pasangan batu kali bentuk trapesium dengan campuran batu kali/gunung + pasir + semen PC dan kapur, biasanya dipakai komposisi 1PC  : 3KPR  : 10 PSR dengan ketinggian 1 m s/d 1,5 m ( bisa lebih tergantung kontur tanah )
  • Lebar atas minimal 30 cm, lebar bawah tergantung ketinggian ( makin tinggi makin lebar )
Tahapan dalam pelaksanaan :

PEKERJAAN TANAH
  1. Pembongkaran dan Pembersihan
  2. Pembersihan lapangan pekerjaan dilakukan dengan membuang rumput/tanah, sampah atau bahan lainnya yang mengganggu, menebang pohon-pohon dan mencabut akarnya serta membuang keluar lokasi.
  3. Galian tanah untuk pondasi disesuai dengan ukuran dalam gambar atau sampai tanah keras. Apabila diperlukan untuk memadatkan daya dukung yang baik, dasar galian harus dipadatkan / ditumbuk.
  4. Jika galian melebihi batas kedalaman harus menimbun kembali dan dipadatkan sampai kepadatan maksimum.
  5. Hasil galian yang dipakai untuk penimbunan harus diangkat langsung ketempat yang direncanakan . Sedangkan hasil galian yang tidak dapat dipakai untuk penimbunan harus disingkirkan.
  6. Harga satuan pekerjaan harus sudah mencakup semua biaya pekerjaan-pekerjaan, pembersihan, sewa alat, penimbunan dan pembuangan hasil galian.

PEKERJAAN PONDASI
  1. Pondasi bangunan yang digunakan adalah  pondasi batu kali / batu gunung yang memenuhi persyaratan teknis atau sesuai  keadaan dilapangan .
  2. Pasangan pondasi adalah dari batu kali, ukuran pondasi sesuai dengan gambar rencana pondasi atau pondasi batu belah dengan perekat 1pc : 3kp :  10 ps dan kemudian diplester kasar , bagian  bawah  pondasi dipasang batu kosong (aanstamping) tebal 20 cm dengan sela- selanya disisi  pasir urug, disiram air sampai Penuh dan ditumbuk hingga padat dan rata.
  3. Celah–celah yang besar antara batu diisi dengan batu kecil yang cocok padatnya.
  4. Pasangan pondasi batu kali tidak saling bersentuhan  dan selalu  ada perekat diantaranya hinga rapat.
  5. Pada pasangan batu kali sudah harus disiapkan anker besi untuk kolom, kedalaman anker 30 cm harus dicor dan panjang besi yang muncul diatasnya minimal 75 cm.

Pondasi batu kali dengan tambahan Dolken kayu / terucuk bambu



Pondasi batu kali biasa

Atap Bangunan


ATAP BANGUNAN

1. Pengertian Atap
           Atap adalah bagian dari suatu bangunan yang berfungsi sebagai penutup seluruh ruangan yang ada dibawahnya terhadap pengaruh panas, hujan, angin, debu atau untuk keperluan perlindungan. Syarat – syarat atap yang harus di penuhi antara lain :
  •       Konstruksi atap harus kuat menahan beratnya sendiri dan tahan terhadap tekanan maupun tiupan angin
  •      Pemilihan bentuk atap yang akan dipakai hendaknya sedemikian rupa, sehingga menambah keindahaan serta kenyamanaan bertempat tinggal bagi penghuninya
  •      Agar rangka atap tidak mudah diserang oleh rayap/bubuk, perlu diberi lapisan pengawet
  •      Bahan penutup atap harus tahan terhadap pengaruh cuaca
  •     Kemiringan atau sudut lereng atap harus disesuaikan dengan jenis bahan penutupnya maka kemiringannya dibuat lebih landai.
Macam-Macam atap
  •      Atap Datar
  •      Atap Pelana
  •      Atap Limasan
  •      Atap Sandar
  •      Atap Tenda
  •      Atap Menara
  •      Atap Joglo 

Bahan-Bahan Penutup Atap
Bahan penutup atap di bagi menjadi beberapa bagian
A. Bahan logam contohnya
  •     Seng
    Seng adalah salah satu sekian banyak bangunan yang sering digunakan sebagai penutup atap. Ukuran seng datar yang digalvanisir ( disepuh ) berkisar 915 mm x 1830 mm dengan beberapa macam tebal yang kurang dari 1mm. ukuran tebal yang kurang dari 1 mm dinyatakan dengan BWG. Ukuran seng gelombang biasa yang digalvanisir berkisar 760 mm x 1830 mm dengan beberapa macam – macam tebal yang dinyatakan dengan BWG. Seng mempunyai lebar propil 76 mm, tinggi propil 16 mm dan banyaknya gelombang ada 10. Jika seng terkena air hujan yang banyak mengandung garam akan mudah berkarat, lagipula oleh jatuhnya air hujan akan menimbulkan suara yang gaduh, serta tidak bersifat isolasi panas maupun dingin artinya bila udara di luar panas / dingin maka dalam ruangan akan terasa lebih panas  / dingin. Kelebihannya bobotnya rendah, harganya murah, pemasangannya mudah sekaligus dapat menghemat biaya.
B. Bahan alam ( langsung )
  •     Sirap
   Bahan penutup atap sirap dibuat dengan cara membelah – belah kayu yang keras seperti kayu jati, belian, dan onglen menjadi lembaran – lembaran yang mempunyai ukuran tertentu. Ukuran – ukuran sirap ada beberapa macam seperti :
  1.      Ukuran besar : panjang 60 cm, lebar 8 @9 cm dan tebalnya 4 - 5 mm
  2.      Ukuran kecil  : panjang 40 cm, lebar 5 cm dan tebalnya 3 @ 4 mm
Warna biasa sirap adalah coklat tua namun akan berubah menjadi cokelat tua   kehitam-hitaman. Kelebihan pengunaan bahan sirap adalah bahannya cukup ringan dan bersifat isolisasi terhadap panas. Kelemahan penggunaan bahan ini pemasangannya cukup sulit sehingga biaya yang akan digunakan akan bertambah dan bila lembaran sirap belum cukup kering sudah di pasang akan membilut dan berubah bentuk menjadi cekung.
C. Bahan alam ( pengolahan)
  •      Genteng Biasa
Jenis bahan penutup atap genteng yang terbuat dari bahan dasar tanah liat melalui proses percetakan dan pembakaran sampai sempurna. Hal ini disebabkan karena bahan ini mempunyai daya tolak panas, dingin , tahan lama, tidak memerlukan banyka perawatan serta harganya relative murah. Genteng ini banyak digunakan pada bangunan – bangunan yang ada di daerah tropic maupun daerah ang berhawa lembab. Genteng biasa sering disebut genteng S karena mempunyai penampang pelintang seperti huruf S. genteng S mempunyai ukuran :
1.      Panjang                             :  28 – 36 cm
2.      Lebar                                 :  20 – 25 cm
3.      Tebal                                 :  0,8 – 1 cm
4.      Dalam lengkungan            :    4 – 5 cm



Dinding


DINDING
    Dinding adalah bagian dari bangunan yang dipasang secara vertikal dengan fungsi sebagai pemisah antar ruang, baik antar ruang dalam maupun ruang dalam dan ruang luar. Terdapat 3 jenis utama dinding, yaitu: dinding struktural adalah dinding bangunan, dinding pembatas (boundary) dan dinding penahan (retaining).



Selain fungsi utama di atas, ada beberapa fungsi lain dari dinding yaitu:a) Fungsi kenyamanan, kesehatan, keamanan dan keindahan · Sebagai pembatas ruang, memiliki sifat : privasi dan dalam skala, warna, tekstur · Sebagai peredam terhadap bunyi, baik dari dalam maupun dari luar· Sebagai pelindung terhadap gangguan dari luar (sinar matahari, isolasi terhadap suhu, air hujan dan kelembaban, hembusan angin, dan gangguan dari luar lainnya) · Sebagai penahan radiasi sinar atau zat-zat tertentu seperti pada ruang radiologi, ruang operasi, laboratorium, dan lain-lain · Sebagai fungsi artistik tertentu· Sebagai pembentuk ruang, menambah keindahan ruang dan point of interest. 

Selain fungsi utama di atas, ada beberapa fungsi lain dari dinding yaitu:a) Fungsi kenyamanan, kesehatan, keamanan dan keindahan · Sebagai pembatas ruang, memiliki sifat : privasi dan dalam skala, warna, tekstur · Sebagai peredam terhadap bunyi, baik dari dalam maupun dari luar· Sebagai pelindung terhadap gangguan dari luar (sinar matahari, isolasi terhadap suhu, air hujan dan kelembaban, hembusan angin, dan gangguan dari luar lainnya) · Sebagai penahan radiasi sinar atau zat-zat tertentu seperti pada ruang radiologi, ruang operasi, laboratorium, dan lain-lain · Sebagai fungsi artistik tertentu· Sebagai pembentuk ruang, menambah keindahan ruang dan point of interest. 

Pondasi


PONDASI
Pondasi Adalah seuatu pasangan untuk Menahan beban di atasnya dan meneruskan beban yang di sangga untuk disalurkan ke tanah keras.

Persyaratan Pondasi :
1.      Bentuk Konstruksi harus menunjukkan suatu konstruksi yang kokoh dan kuat untuk mendukung beban bangunan di atasnya.
2.      Pondasi harus lebih awet dan lebih kuat dari bangunan di atasnya.
3.      Tidak mudah terpengaruhi oleh keadaan sekitar di luar pondasi
4.      Pondasi harus diletakkan di tanah yang keras ( Tanah Wadas ) sehingga tidak bergerak.
Prinsip dari Pondasi adalah
1.      Sampai ke tanah keras
2.      Apabila tidak sampai ke tanah keras maka harus ada perbaikan tanah.
Macam-Macam Pondasi :
1.      Pondasi Langsung / Pondasi Batu kali ( Beton Bertulang )
Susunan Pondasi batu kali antara lain:
a.      Tanah Urug
b.      AanStamping / batu berjajar sekitar - + 20 cm
c.       Pasangan yang terdiri dari Pasir-Semen-Kapur bandingannya 10:1:3
d.      Sloof dengan ukuran 15/20 cm
e.      Standarnya pake Angkor untuk mengikat pondasi ( tapi sekarang jarang di gunakan)
f.        Pondasi IDEAL 60 cm – 80cm.
Contoh pondasi batu kali dan bentuk-bentuknya :

2.      Pondasi Tak Langsung ( ada perbaikan tanah )
Macam-macam pondasi tak langsung :
a.      Pondasi Sumuran


b.      Pondasi Menerus
c.       Pondasi Setempat / Foot Plat

Gambar Potongan


GAMBAR POTONGAN
            Gambar Potongan adalah gambar sebuah bangunan yang di potong secara Vertikal.
Yang terlihat dalam gambar potongan adalah :
1.      Ketinggian
-          Dinding
-          Ring Balk
-          Struktur dan material atap
-          Atap
2.      Kedalaman
-          Pondasi
-          Material dan Struktur Pondasi
3.      Ketinggian Plafon ( Pyan )
4.      Ketinggian antara peil bangunan ( + - 0.00 ) dan peil tanah

Kamus Kecil :
-          Dinding Trasram = Bangunan yang tahan dari rembesan air. Yang membedakan Trasram dengan dinding biasa adalah campuran Materialnya saja.
-          Dan pada pengambaran potongan Notasi dinding Transram pun berbeda dengan dinding biasa.
-          Kata kunci mengambar Potongan bangunan adalah a. TERPOTONG   b. TERLIHAT TAPI TIDAK TERPOTONG

Contoh Gambar Potongan Sebuah Bangunan :




Gambar Tampak


GAMBAR TAMPAK

Definisi: Wujud bangunan secara dua dimensi yang terlihat dari luar bangunan.tampak depan, gambar tampak arsitektur, tampak depan rumah mediterania, tampak depan rumah dua lantai
Fungsi gambar tampak antara lain untuk menunjukkan:
- dimensi bangunan
- proporsi
- gaya arsitektur
- warna & material
- estetika
Karena digambar secara dua dimensi, pada gambar tampak kemungkinan akan ada beberapa bagian bangunan yang ukurannya menjadi tidak sesuai dengan ukuran yang sebenarnya (sesuai skala), yakni garis atau bidang yang tidak sejajar dengan bidang gambar. Untuk arah pandang sendiri tidak tergantung pada suatu patokan yang pasti. Bisa jadi gambar tampak dinamai sesuai dengan arah mata angin (tampak utara, tampak timur, dll.) atau dinamai sesuai view tertentu seperti tampak dari danau, tampak dari jalan raya, dsb. Selain itu bisa juga diberi nama tampak A, tampak B, dst. Sesuai keinginan dari sang arsitek yang ditentukan pada denah.

Gambar Denah


GAMBAR DENAH

gambar denah, denah rumah mediterania, denah dua lantai, gambar kerja denah


























Definisi: Denah adalah tampak atas bangunan yang terpotong secara horizontal setinggi 1m dari ketinggian 0.00 sebuah bangunan dengan bagian atas bangunan dibuang/dihilangkan.
Fungsi denah antara lain untuk menunjukkan:
- fungsi ruang
- susunan ruang
- sirkulasi ruang
- dimensi ruang
- letak pintu dan bukaan
- isi ruang
- fungsi utilitas ruang (air, listrik, AC, dll.) pada denah-denah tertentu
Pada gambar denah presentasi, biasanya bagian dinding yang terpotong hanya diblok dengan warna hitam, sementara kolom diberi warna putih untuk pembedaan. Sedangkan, pada gambar teknik untuk pekerjaan lapangan, bagian yang terpotong tersebut perlu dilengkapi dengan notasi material sebagai pedoman pengerjaan.
Untuk ketebalan, bagian yang terpotong digambar dengan garis yang lebih tebal. Furnitur dalam ruangan, kecuali tingginya melebihi 1m dari level 0.00 yang ditentukan, digambar dengan garis yang lebih tipis.
Layout
Denah yang dilengkapi dengan lingkungan, jalan, dan bangunan di sekitarnya.
Kawasan
Layout yang luasnya melebihi kota/desa/wilayah.
Site Plan
Tampak atas bangunan yang dilegkapi dengan lingkungan sekitarnya.